Sabtu, 09 Juni 2012

Tangisan bayi, dan cara memahaminya

Memahami Isyarat
Tangisan Bayi
Oleh: Samsuni Sarman | 08 June
2012 | 21:03 WIB
Berbagai pandangan tentang
menangis sangat beragam diartikan.
Tangisan terkadang dianggap
sebagai sebuah kelemahan, hingga
sebagian orang tidak menyukai
melihat perilaku menangis. Andri
Wongso menyatakan sebenarnya
menangis memiliki manfaat
tersendiri, misalnya membuat
nyaman orang yang menangis.
Selanjutnya dilihat dari aspek
kesehatan dikatakan bahwa air mata
berperan sebagai katup pelepasan
yang membantu tubuh membuang
hormon stres. Menangis biasanya
diikuti aktivitas sistem nervous
parasympathetic yang bisa
menenangkan tubuh setelah terkena
stres. Beberapa studi menunjukkan
bahwa menangis juga
meningkatkan kadar oxytocin dalam
tubuh yang menghambat hormon
cortisol pemicu stres. Aksi
menangis memang memiliki efek
positif pada seseorang.
Sebenarnya saat seseorang
menahan tangisan malah akan
membuat suasana hati menjadi
stres yang berakibat detak jantung
meningkat serta menimbulkan
keringat. Namun, jika seseorang
menangis maka napas akan
melemah dan tidak tegang lagi
sehingga membuat suasana hati
lebih santai. Menangis bisa
membuat tingkat stres seseorang
menurun karena saat menangis, zat
kimia yang dikeluarkan tubuh saat
menagis yaitu endorphin leucine-
enkaphalin dan prolactin akan
berkurang.
Tapi, yang ingin saya posting adalah
tangisan pada bayi serta sebab dan
akibatnya. Inilah tujuh isyarat
tangisan pada bayi yang dihimpun
dari berbagai artikel kesehatan ibu
dan anak.
Pertama, tangisan bayi karena sakit
perut. Biasanya bayi menangis
dengan tempo yang bervariasi
antara 2 sampai 3 menit dengan
keringat di dahi, kulit terlihat pucat
dan jika disentuh perutnya bayi
bertindak diam serta akan terlihat
marah jika menjauh dari
pandangannya.
Kedua, tangisan bayi karena
kesulitan bernafas. Suara tangisan
bayi terdengar bernada rendah
dengan tempo yang pendek.
Ekspresi wajahnya seperti berusaha
keluar dari kesakitan yang
disebabkan oleh kekurangan
oksigen. Tegakkan leher bayi lurus
dengan meletakkan bantal empuk di
bahunya dan melepas semua beban
yang menyelimuti tubuhnya serta
hindari untuk memeluk bayi.
Ketiga, tangisan bayi karena nyeri
pada punggung dan pantat.
Tangisan ini disebabkan oleh adanya
gangguan pada dubur, seperti
abses perianal (masuknya bakteri ke
daerah anus), fisura anus
(pembengkakan pada anus)
sehingga saat buang air besar atau
kencing selalu menangis karena
terasa sakit oleh adanya radang
urethra (suatu kondisi yang
menyebabkan saluran yang
membawa urin dari kandung kemih
ke penis atau vagina menjadi
sempit)
Keempat, tangisan bayi karena
radang mulut dan tenggorokan.
Tangisan ini diikuti dengan air liur
yang selalu keluar serta rahang
yang menjadi basah sehingga
terdengar tangisnya setiap kali
makan atau minum. Isyarat
tangisan ini kemungkinan
disebabkan oleh gangguan pada
mulut seperti bisul dan herpes
(herpes simpleks labialis) atau terjadi
pembengkakan gusi.
Kelima, tangisan bayi karena radang
telinga. Biasanya tangisan ini terjadi
malam hari dengan perilaku
menggaruk dengan kepala yang
digoyang ke kiri dan ke kanan.
Tangisan pun tidak terlalu keras
karena akan terasa lebih sakit. Hal ini
disebabkan oleh saluran eksternal
yang bengkak karena otista media
akut yaitu radang ISPA atau reaksi
alergi serta adanya kotoran purulen
atau nanah.
Keenam, tangisan bayi karena
radang persendian. Bayi menangis
dengan anggota tubuh tidak
bergerak, tangan terangkat, kaki
seperti mengayuh dan apabila
anggota tubuh disentuh akan terlihat
tangisan bayi berhenti. Hal ini
disebabkan oleh adanya peradangan
tulang atau otot seperti dislokasi
(pindahnya permukaan sentuh
tulang yang menyusun sendi),
osteomielitis (infeksi jaringan
tulang), artritis (peradangan pada
satu atau lebih dari sendi-sendi
tubuh. Biasanya diikuti dengan nyeri
dan kaku terutama pada pagi hari)
serta infeksi jaringan lunak.
Ketujuh, tangisan bayi karena
asupan kalsium. Tangisan ini juga
terjadi malam hari dengan sikap
gelisah dan berkeringat. Hal ini
disebabkan oleh defisiensi kalsium
yang berlebih atau kurangnya
asupan kalsium pada tubuh bayi.
Kalsium yang cukup sangat baik
untuk kesehatan, terutama untuk
tulang. Tetapi, jika asupan kalsium
berlebihan, maka berbagai
gangguan akan muncul seperti sulit
buang air besar (konstipasi) serta
penumpukan kalsium pada
pembuluh darah. Sementara apabila
kekurangan kalsium dapat berakibat
tubuh menjadi lesu, lemah,
berkeringat, kram otot, nyeri perut,
gangguan tidur, malah bisa terjadi
kejang.
posting ini ada di blog ‘parigal
samsuni’ dengan judul yang sama
http://www.samsunisarman.com

0 komentar:

Posting Komentar